Oleh: Bambang Setiawan - Pengurus Lamban Gedung Kuning
Sebagai Rumah Budaya Lampung yang memperkenalkan adat istiadat dan pranata sosial di tanah Lampung Sang Bumi Khuwa Jurai, eksistensi Lamban Gedung Kuning patut di apresiasi, seolah menjawab keluhan masyarakat adat yang notabene telah tergerus oleh era globalisasi saat ini.
Lamban Gedung Kuning yang letaknya di Jalan Pangeran Suhaimi, Bandar Lampung merupakan milik seorang Tokoh Adat Lampung, cucu dari Pangeran Suhaimi Suttan Lela Muda, Kepaksian Buay Pernong, Paksi Pak Sekala Brak Lampung Barat, Irjen. Pol. (Purn) DR. H. Ike Edwin, SH., MH., MM., yang dibuat dengan dasar kepedulian terhadap nilai-nilai kearifan lokal.
Apalagi sebagai cucu seorang Saibatin, Dang Gusti sapaan akrab dari Irjen. Pol. (Purn) DR. H. Ike Edwin merasa memiliki tanggung jawab besar untuk pelestarian dan pengenalan adat dan budaya di tanah Lampung.
Memang sejatinya setelah purna tugas dari Kepolisian Negara Republik Indonesia, dirinya memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya, dengan niat tulus mengabdi di tanah kelahirannya yaitu Provinsi Lampung, tugas boleh berakhir tetapi pengabdian tidak pernah berakhir.
Salah satu bentuk pengabdiannya yaitu menjaga nilai-nilai kearifan lokal dan pranata sosial yang ada di tanah Lampung ini agar tetap lestari, karena adat istiadat kita ini yang merupakan kebiasaan yang baik kebiasaan yang patut kebiasaan yang beradab harus mulai kita kenalkan dengan generasi-generasi penerus kita sejak dini, sehingga adat istiadat ini mengakar dalam setiap pribadi masyarakat Lampung.
Kekayaan budaya tersebut secara fisik diwujudkan dengan hadirnya Lamban Gedung Kuning, dimana kita bisa melihat bagaimana perangkat dan peralatan adat menghiasi ornamen-ornamennya.
Selain berciri khaskan adat Lampung, Lamban Gedung Kuning juga menjadi tempat berkumpulnya para Saibatin-Penyimbang, tempat berdiskusinya para tokoh adat, para pemimpin pemerintahan, para tokoh agama, pemimpin partai dan lain sebagainya, semua mengapresiasi hadirnya Lamban Gedung Kuning sebagai rumah budaya tempat berkumpulnya orang Lampung.



1 Komentar
Mantap
BalasHapus